Perayaan olahraga terbesar se-Asia Tenggara resmi dibuka kemarin pada tanggal 11 bulan 11 tahun 2011!! Angka yg cantik ditahun ini dengan harapan Indonesia sbg tuan rumah akan mendapatkan sesuatu yg cantik, yaitu kemenangan.
Pembukaan yg diadakan di Palembang semalam jg membuktikan kepada seluruh negara peserta kalo Indonesia bisa membuat sesuatu yg tidak kalah dari negara-negara tersebut,bahkan lebih! Yah lebih! Acara semalam yang dilengkai dengan permainan teknologi, animasi, dan tata cahaya yang dipadukan dengan keterampilan 3.500 penari dan penyanyi menyihir puluhan ribu penonton di Stadion Gelora Bumi Sriwijaya, Jakabaring, Palembang. Jutaan pasang mata yang menyaksikan upacara pembukaan pekan olahraga ini pun dibuat terpukau,termasuk saya. Sebagai putri daerah saya merasa bangga akan apa yang bisa dilakukan para pemuda dan pemudi Sumatera Selatan. Bayangkan,para penari itu bukan penari khusus yang hanya diambil karena telah terkenal sebelumnya. Mereka merupakan asli dari bumi sriwijaya dimana diantara mereka masih duduk dibangku sekolah dan kuliah. Kerja keras yg mereka lakukan sebelum acara ini berlangsung sangat terlihat jelas. Mereka rela datang jauh-jauh untuk berlatih. Berlatih walaupun cuaca Palembang sedang panas-panasnya. Mereka rela terjebak macet yg sangat lama. Usaha keras itu terbayarkan dengan sorak gembira saat mereka menari di Jakabaring kemarin. Tepuk tangan dan perasaan bangga sangat terlihat jelas di mimik muka para penonton yang hadir. Walaupun hujan sempat mewarnai acara semalam namun tidak membuat kami surut untuk berpesta. Kami bangga akan hasil karya kami. Kami mendukung semua untuk negeri ini. Kami bangga memperkenalkan kebudayaan Sriwijaya yg santun dan tau tata krama. Kami bangga ketika seluruh pelosok negeri ini melihat apa yg bisa kami berikan di ajang internasional seperti ini.
Namun kebanggaan kami ini nampaknya sedikit tercoreng akibat ulah beberapa masyarakat yg masih setia dengan budaya 'nyinyir' nya. Perbuatan mereka seolah-olah menunjukkan kalau mereka tidak puas dengan apa yg ditampilkan semalam. Mereka bilang ini terlalu mewah dan tidak berarti,yang berarti cuma medali yg kita dapatkan. Pembukaan yg mewah belum tentu dapat menjadikan kita sbg juara umum!
Pemikiran seperti ini adalah pemikiran orang-orang pesimis! Belum bertanding namun sudah mengeluh banyak. Coba dipikirkan,acara pembukaan yg ditonton bukan cuma dinegara kita saja namun seluruh Asia Tenggara. Apa yg ingin kita kenalkan kepada mereka? Apa pesan pesimis seperti pemikiran anda-anda semua? SALAH! Kita disini sebagai tuan rumah harus menampilakn rasa optimis. Rasa yg menunjukkan bahwa kita sebagai tuan rumah yg baik,tuan rumah yg siap dengan pagelaran ini. Tuan rumah yg mempunyai berbagai macam budaya dan kekayaan alam. Hal itu yg harus ditunjukkan.
Walaupun mungkin diantara kita memang ada yg kurang setuju dengan pagelaran yg begitu mewah karena takut akan adanya masalah (korupsi) sesudah acara ini sebaiknya juga mengingatkan dengan tidak mengikis rasa persatuan kita. Kritik tidak disalahkan,karena kritik lah kita bisa menjadi bangsa yg demokrasi. Namun yg harus di ingat, kritik bukan hanya ketidaksetujuan kita terhadap suatu hal. Bukan hanya cemohan kita terhadap suatu hal. Namun kritik adalah mengungkapkan ketidaksetujuan kita dengan benar dan memberikan solusi.
Bangsa kita dikenal dengan perbedaan yg begitu banyak. Namun itulah yg membuat kita istimewa daripada yg lainnya. Kita bersatu diantara perbedaan itu. Kita berangkulan untuk menunjukkan bahwa perbedaan itu indah. Dan tunjukkan kalau Indonesia BISA!!