Karena kasih dan rindu itu bertuan.
Mungkin itulah alasanku untuk selalu terus mengasihi dan merindukanmu
Belum terpikirkan alasan selain ini. Belum terlintas alasan selain ini. Belum merasa yakin akan ada alasan lain untuk mengasihi dan merindukanmu
Ibarat pohon yg dapat lebat ketika semua nutrisi didapatkan dan akan rapuh jika terus diabaikan
Begitupula dengan hati, akan merekah dan penuh jika rindu tersampaikan dan terbalaskan dan akan rapuh jika kebalikannya menyerang
Kasih itu tulus. Mengasihi itu menebar ketulusan.
Kau mungkin memang diciptakan tuhan untuk menjadi korban penebaran ketulusan.
Bagaimana tidak?
Alasan untuk mengasihimu saja tidak bisa ku ucapkan secara vokal dan tidak bisa ku jelaskan dengan seksama. Hanya perilaku ku yg bisa menunjukannya dan hanya yg memiliki ketulusan yg bisa menyadarinya.
Rindu itu mengenang. Merindukan itu kembali mengenang.
Mungkin kau juga diciptakan tuhan untuk selalu dikenang. Sekarang aku tanya
"Bagaimana bisa seseorang tanpa alasan yg jelas, tanpa waktu yg direncanakan, tanpa sebab yg diperkirakan dapat merindu begitu dalam seperti ini? Bagaimana rasa rindu itu bisa mengalahkan rasa kantuk yg hampir tidak bisa aku bendung? Bagaimana rasa rindu bisa menjalar ke seluruh nadi jika aku termenung? Bagaimana rasa rindu itu bisa membuat aku berhenti melakukan sesuatu?"
Bisakaha kau jelaskan?
Tuan,ketahuilah aku disini mengasihi dan merindukanmu.
Baca dan cermati setiap kata yg ku tulis ini karna aku tidak akan mungkin bisa mengatakannya secara langsung kepadamu.
Bagaimana bisa aku katakan secara langsung jika aku tidak bisa memberikan alasan berupa kata-kata. Tidak ada kata yg pantas menggambarkan kerinduan dan kasih ini. Hanya untuk kau tau bahwa rasa ini begitu dalam dan tak perlu diragukan lagi.