Mulutmu bagaikan es balok yg telah diruncingkan. Menusuk lalu menghilangkan barang bukti. Sakit namun tidak ada yg mengetahui. Tahukah kamu yg tersakiti itu siapa?
Saya tidak mw naif. Saya pernah berusaha menjadi seseorang yg diterima semua kalangan dg gaya yg bukan saya. Saya hanya ingin mereka menghargai saya dengan sesuatu hal yg saya buat-buat dan itu adalah kesalahan terbesar saya! Kenapa saya hrs menjadi orang lain untuk diterima disuatu kalangan? Kenapa saya hrs melakukan dimana saya tidak nyaman melakukan hal itu? Kenapa saya hrs bersusah payah melakukan sesuatu dgn tidak tulus? Kenapa?
Sampai ada yg dgn tulus mengajarkan saya bagaimana "be yourself" itu sendiri. Adik saya usia 5 tahun yg selalu melakukan sesuatu dengan asumsi "I do what I want". Dia tidak peduli apa yg orang lain pikirkan dg apa yg dilakukannya. Dia hanya melakukan sesuatu yg dia ingini,percayai.
I want to be like that. Terserah apabila orang ingin menilai saya sebagai suatu pribadi yg dependent tapi it's me! You will not grow if you always weigh up the decision and you will not succeed if you're afraid of failure. Saya akan seperti ini. Tidak akan berubah untuk orang lain.
Sahabat saya pernah berkata "melihat org yg mandiri melakukan sesuatu sendiri adalah hal biasa tapi melihat sseorang yg manja melakukan sesuatu sendiri dg gaya nya sendiri adalah hal luar biasa" .
Sebenarnya saya mau acuh kepada semua mulut yg bertentangan dg saya tapi nampaknya ada satu mulut yg mengusik pikiran saya.
Untuk kamu,teristimewa mulutmu : I hate to hate. I'm here like myself. If you don't like ignore me. If you don't like don't look at me. Percuma,karena aku adalah aku. Aku begini dan kau akan tetap punya perasaan benci terhadapku.
Kasihan melihatmu.