Malam minggu identik dengan malamnya pasangan. Banyak pasangan yang mengistimewakan malam ini daripada malam-malam lainnya.
Jika teringat dengan pasangan,aku langsung teringat dengan nyai dan yai (sebutan dalam bahasa palembang,maksudnya nenek dan kakek). Menurutku mereka berdua begitu romantis dengan sendirinya. Aku merindukan sosok yang selalu mendongeng sampai aku tertidur. Aku rindu akan sosok yang selalu memberikanku coklat setiap harinya. Aku rindu akan sosok yang selalu mengingatkan mama untuk membuatkan telor ayam kampung dipagi hari. Aku rindu akan sosok yang selalu memberikanku uang lebih dihari jumat. Aku rindu akan sosok yang selalu membeli eskrim dijumat siang. Aku rindu akan sosok yang selalu bercerita tentang masa mudanya. Aku rindu akan sosok yang selalu membelaku jika mama atau papa marah. Aku rindu mereka berdua.
Masih teringat jelas aku lebih memilih untuk tidur dibawah,dikamar mereka berdua dibanding harus tidur diatas bersama orangtuaku. Masih teringat jelas aku lebih suka memijat mereka dibanding harus memijat papa. Aku rindu mereka :"(
Ketika nyai tiada aku sangat sedih dan terpukul. Apalagi ketika malamnya aku melihat yai tidur sambil menangis dan sambil mencium baju terakhir yang digunakan nyai. Baju itu terus dicium setiap hari. Tidak boleh dicuci atau disingkirkan dari tempat tidur.
Pernah sekali,waktu mama telat memberi obat,yai langsung nangis dan bilang kalo nyai masih hidup pasti yai tidak akan merepotkan mama. Terenyuh begitu mendengar Almarhum berbicara seperti itu. Aku sempat berjanji aku tidak akan meninggalkan almarhum. Aku tetap memilih untuk tidur dibawah,dikamar mereka. Biasanya aku dan yai mendengarkan nyai mendongeng dimalam hari sampai aku tertidur tapi saat itu aku hanya mendengar suara tangisan yang tertahan oleh yai. Sampai 40 hari nyai (atau 100 hari nyai,aku lupa) yai menghembuskan nafas dirumah sakit. Kesedihan yang dirasakan tidak usah ditanya. Rasa kehilangan tidak usah diragukan. Kesepian ditinggal masih membekas sampai sekarang.
Sudah 2 kali beruntun dimalam minggu aku membayangkan sosok mereka berdua disini dengan jelas dan juga memimpikan mereka berada dikamar.
Mungkin ini yang dinamakan emosi batin,tiba-tiba muncul,mengingatkan segala yang pernah dilalui bersama.
Aku terus berdoa untuk kalian berdua,berdoa yang terbaik,berdoa agar kalian ditempatkan allah ditempat orang-orang yang allah cintai.
Selalu dan selamanya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar