Kami tidak selalu mempunyai pendapat yang sama. Kami tidak sering berkirim pesan,telfon atau melakukan interaksi di jejaring sosial.Kami hanya saling menyayangi dan saling menjaga. Semua yang kami lakukan untuk kebaikan bersama bukan hanya untuk diri sendiri. Kami rela dihukum saat membela satu dari kami dari kesalahan yang tidak dilakukannya. Kami rela kerepotan hanya untuk menolong satu diantara kami. Kami rela tidur larut untuk membicarakan suatu misi yang akan kami lakukan. Kami rela menabung hanya untuk memberikan surprise kecil untuk satu diantara kami. Kami rela berbagi walaupun apa yang kami punya itu dikit. Kami sanggup untuk menolak suatu permintaan dimana satu diantara kami tidak sanggup,bukan mengiyakan lalu mengingkarinya.
Aku merindukan "kami" yang dulunya tidak terpisah jarak yang jauh begini. Aku merindukan "kami" yang utuh sebelum benar-benar kehilangan satu diantara kami untuk selamanya. Aku merindukan "kami" yang selalu bersama dan terasa aneh jika berpisah. Aku merindukan "kami" yang selalu bisa mencari perhatian orang lain disekitar kami. Aku merindukan semuanya. Aku merindukan mereka.
Allah begitu adil. Disaat aku mulai krisis kerapuhan akan teman, Allah mengirimkan salah-satu dari mereka kesisiku. Paling tidak aku punya satu sahabat sejati disini. Kelegaan itu juga dia rasakan.
Jika selama ini aku hanya bisa tertawa dan menangis dihadapan teman-teman. Aku bisa melakukan lebih dari itu dihadapan sahabatku ini. Aku bisa memberikan alasan kenapa aku begini dan begitu. Aku bisa melakukannya walaupun hanya dengan 1 orang.
Namun perlahan krisis kerapuhan akan teman mulai memudar sedikit demi sedikit. Ada beberapa teman yang baik dan tulus. Sampai sekarang aku masih sangat bergantung kepada mereka. Mereka bisa membuat bibirku tersenyum dan bisa membuat mataku berair :)
Allah seakan menjawab "Mau bahagia atau sedih,semua tergantung pada kita. Pilih temanmu. Buatlah ketulusan kepada mereka dan mereka pun akan berbuat tulus pada kita"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar